Jumat, 04 Mei 2012

Siang Di Mie Bandung Kridosono

    Seorang lelaki berusia sekitar 48 tahun sedang duduk di depan warung soto, siang itu. Sambil menikmati rokok yang ia hisap, ia memandangi sebuah rumah makan yang berjarak sepuluh meter dari tempat ia duduk. Lelaki tersebut bernama Sudiyono, ia mengamati banyak sekali para pengunjung yang silih berganti untuk mengisi perut mereka di jam makan siang itu. 
     Sudiyono adalah pemilik rumah makan tersebut. Rumah makan yang dipenuhi oleh meja kayu yang berjejeran dipasangkan dengan kursi-kursi plastik yang berwarna merah itu hampir penuh diduduki orang-orang yang sedang menikmati beberapa makanan yang ada diatas meja. Rumah makan yang terletak di samping Stadion Kridosono yang menyajikan menu makanan sebagian besar chinese food tersebut bernama Mie Bandung Kridosono.
Capcay 
     Rumah makan ini sangat sederhana, hanya beratapkan seng. Salah satu dinding rumah makan itu dipenuhi oleh daftar menu. Cap cay, fu yung hai, nasi goreng, mie goreng-rebus, kwe ti auw goreng-rebus, koloke, mie ayam pangsit, dan bakso adalah menu makanan yang tertulis di menu makanan tersebut. Harga setiap menu makanan tersebut sepadan dengan makanan yang disajikan, yaitu sekitar Rp 8.000,00 - Rp 12.000,00. Rumah makan itu dilengkapi dengan sebuah dapur yang digunakan untuk memasak pesanan para pelanggan dan tempat untuk membayar yang hanya dipisahkan oleh triplek yang dijadikan dinding. 
     Rumah makan yang terletak di di Jalan Yos Sudarso no.2 Stadion Kridosono Yogyakarta ini merupakan bisnis keluarga Sudiyono. "Rumah makan ini awalnya didirikan oleh kakak saya, namun karena ia sibuk akhirnya ya saya yang meneruskannya," ujar Sudiyono yang ditemui di warung soto  dekat Mie Bandung Kridosono, Yogyakarta, Minggu (30/4). 
Bapak Sudiyono
      Lelaki itu mulai menghisap rokoknya lagi dan mulai kembali bercerita, "Usaha rumah makan ini tetap ada sampai sekarang ya karena adanya kepercayaan terhadap keluarga sendiri. Karyawan-karyawan yang ada ya hanya saudara saya, yang memasak makanan itu adalah keponakan saya." ujar lelaki yang memakai baju bergaris-garis berwarna coklat itu. 
     Hari semakin gelap, bahan makanan yang disediakan semakin menipis, pengunjung pun mulai sepi. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, ini adalah waktu di mana semua karyawan untuk berisitirahat di rumah sebelum esoknya mulai melayani para pelanggan yang ingin menikmati cap cay dan beberapa 'teman-temannya' yang siap disantap oleh para pelanggan.   

Aprilia Nia Ardiyanti
153100091

Tidak ada komentar:

Posting Komentar