Tampilkan postingan dengan label perkembangan teknologi komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan teknologi komunikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

SMART TELEVISION




            Semakin berkembangnya zaman, teknologi pun juga semakin berkembang guna mempermudah  manusia untuk mengerjakan pekerjaan sehari-harinya maupun hanya untuk hiburan setelah  melakukan berbagai aktifitas. Smartphone, smart netbook atau tablet sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat. Sekarang muncul produk terbaru yaitu smart television.
            Televisi adalah  teknologi yang diperuntukan sebagai media hiburan dan informasi yang sudah dikenal sejak lama. Sebagian dari kita mungkin pernah memiliki dan merasakan zamannya televisi hitam putih, bahkan pernah menyaksikan film bisu. Darryl Francis Zanuck mungkin akan menelan perkataannya dalam-dalam, sebab produser dari studio kenamaan 20th Century Fox ini di tahun 1946 sempat melontarkan kalimat,  "Televisi tidak akan bertahan lama, sebab orang tidak mau duduk berlama-lama menonton tabung gelas dalam kotak kayu setiap malam.”
            Lebih dari 80 tahun semenjak pertama kali pesawat televisi dijual secara komersil (tahun 1930-an), teknologi di dunia televisi berkembang sangat pesat, baik dari materi maupun cara penyiarannya. Berawal dari tabung Cathode Ray Tube (CRT), yang kemudian dilanjutkan dengan materi kristal cair atau yang kita kenal dengan istilah LCD (Liquid Crystal Display), lalu terus berkembang dengan materi-materi selanjutnya termasuk plasma dan LED (Light Emiting Diode).
            Ketiga materi baru ini  (LCD, LED, dan plasma), memang baru marak satu dekade belakangan ini, namun terobosan yang dilakukan produsen-produsen TV besar di dunia dengan¬nya sangat pesat. Jika semula produsen-produsen TV saling berlomba membuat panel high definition dengan rasio kontras tinggi dan sudut pandang yang lebar, kini pertarungan itu dibawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Berkat perkembangan teknologi informasi, televisi (TV) kini bukan sekedar pesawat penerima siaran saja, namun memungkinkan kita berinteraksi lebih dengannya. Fungsi dan feature yang ditambahkan menjadikan televisi semakin cerdas.   
            Seolah jenuh dengan adu sakti di ranah high definition, produsen TV kini menawarkan fungsi lebih dari sebuah televisi. Konektivitas Internet ditanamkan ke dalamnya, sehingga membuat perangkat televisi lebih dari sekadar pesawat penerima siaran. Dengan fungsi Internet ini, pesawat televisi seolah semakin pintar dengan fungsi dan feature tambahan lainnya, inilah yang disebut Smart TV.

Apa itu Smart TV?


            Smart TV merupakan salah satu perkembangan teknologi TV yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan sehingga menghasilkan sebuah TV yang memungkinkan penggunanya untuk menikmati siaran TV dan Internet. Smart TV adalah alat informasi atau sistem komputer dari komputer genggam terintegrasi dalam unit pesawat televisi, dengan demikian Smart TV memungkinkan pengguna untuk menginstal dan menjalankan aplikasi lebih lanjut atau plugin / addons berdasarkan platform tertentu.
            Dengan adanya konektivitas Internet, Smart TV memungkinkan produsen menambahkan feature aplikasi apa pun yang diinginkan, seperti hiburan, informasi/berita, game, cuaca, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut ada yang diberikan oleh pihak pabrikan secara default atau bisa ditambahkan sendiri oleh pengguna. Pengguna bisa men-download aplikasi yang diinginkan melalui toko aplikasi yang dimiliki masing-masing produsen baik secara gratis maupun berbayar.
            Walau sama-sama terhubung dengan Internet, namun Smart TV (disebut juga dengan Connected TV atau Hybrid TV) berbeda dengan Internet TV. Perbedaan itu terletak pada interaksinya. Smart TV memiliki ekosistem sendiri yang terdiri atas hardware yang terkoneksi dengan Internet -bisa terintegrasi dalam televisi atau terpisah- software yang menjalankan antarmuka (interface) pengguna, serta aplikasi-aplikasi yang berada di dalamnya. Mirip dengan ponsel pintar (smartphone), yang juga memiliki software dan aplikasi-aplikasinya sendiri. Konten yang dimiliki Smart TV fokus pada media yang interaktif, konten over-the-air (OTA), serta streaming media yang bisa dilakukan secara on-demand.
            Sementara itu, Intel memiliki definisinya sendiri tentang Smart TV, yaitu TV dengan kemampuan mencari konten online dan personal serta program siaran dari antarmuka TV, bisa mengakses aplikasi yang bisa di-download, terhubung dengan jejaring sosial sembari menonton program di TV, mengontrol TV dengan remote control baru yang unik atau voice commands, dan bisa mengakses hiburan yang tak berbatas.

Fungsi Smart Television

            Fungsi Smart TV tidak hanya menangkap siaran stasiun televisi, tapi juga bisa mengakses konten-konten yang ada di internet, bahkan dilengkapi berbagai aplikasi layaknya sebuah computer. Fitur-fitur yang ditawarkan meliputi Home Dashboard sebagai menu utama, Web Browser sebagai akses berselancar di dunia maya, berbagai Aplikasi Hiburan dan Games, Konten Lokal, Media Link, Smartshare, serta Magic Motion Remote Control sebagai pusat kendalinya.
            Perangkat Smart TV  memfasilitasi kurasi konten tradisional dengan menggabungkan informasi dari internet dengan konten dari Penyedia TV. Layanan seperti BuddyTV dan Thuuz menawarkan pengguna alat untuk melacak dan menerima pengingat tentang acara favorit dan  games, serta kemampuan untuk mengubah saluran untuk melihat langsung
            Jika sebelumnya kita membutuhkan 2 media untuk dapat menyaksikan siaran televisi sambil mengakses internet, Dengan segala fitur yang ditawarkan Smart TV menyederhanakan dan mempermudah segalanya hanya melalui sebuah media. Nikmati beragam aplikasi TV dan hiburan serta Games menarik yang khusus dirancang bagi pengguna TV di rumah. Tentunya Aplikasi Situs Jejaring Sosial andalan seperti Facebook, Twitter dan Youtube juga dapat kita akses melalui Smart TV, yang membuatnya juga mendapat julukan sebagai TV Sosial.
            Smart TV juga menyediakan fitur Media Link yang berfungsi memberikan informasi tambahan dari konten yang Anda ingin pindahkan. Anda harus menginstall aplikasi PLEX di PC, tablet, atau smartphone untuk menggunakan Media Link. Pentingnya akses nirkabel yang memudahkan kita untuk berbagi data seperti Foto, Music, Video dan sebagainya dari perangkat elektronik digital seperti kamera, handphone, tablet dan smartphone ke layar besar TV pun tidak lupa disertakan pada Smart TV melalui fitur Smart Share.

Dampak penggunaan Smart TV

  • ·     Memudahkan masyarakat dalam mencari informasi dan hiburan walaupun hanya dengan televisi, mereka tetap bisa browsing dan chatting tanpa harus menggunakan modem.
  • ·   Masyarakat semakin ketergantungan dengan televisi dan mungkin akan meninggalkan media penyampai informasi yang lain karena dengan Smart TV mereka mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan informasi dan hiburan.
  • ·         Masyarakat semakin konsumtif dengan teknologi-teknologi terbaru yang sedang ngetrend.
  • ·         Kurangnya komunikasi secara langsung atau interaksi sosial.   


Platform khusus Vendor Smart TV



            Jadi karena kemajuan zaman yang sangat pesat, maka sekarang muncul Smart TV. Smart TV  adalah alat informasi atau sistem komputer dari komputer genggam terintegrasi dalam unit pesawat televisi, dengan demikian Smart TV memungkinkan pengguna untuk menginstal dan  menjalankan aplikasi lebih lanjut atau plugin / addons berdasarkan platform tertentu.
            Smart TV juga mempunyai fungsi tidak hanya menangkap siaran stasiun televisi, tapi juga bisa mengakses konten-konten yang ada di internet, bahkan dilengkapi berbagai aplikasi layaknya sebuah computer. Beragam aplikasi TV dan hiburan serta Games menarik yang khusus dirancang bagi pengguna TV di rumah. Tentunya Aplikasi Situs Jejaring Sosial andalan seperti Facebook, Twitter dan Youtube juga dapat kita akses melalui Smart TV, yang membuatnya juga mendapat julukan sebagai TV Sosial.
            Selain itu Smart TV juga mempunyai berbagai macam dampak yang ditimbulkan karena kemajuan teknologi ini. Selain memudahkan masyarakat dalam mencari informasi dan hiburan, Smart TV juga mempunyai dampak yang lain yaitu, bisa membuat masyarakat konsumtif, ketergantungan dengan teknologi dan kurangnya interaksi sosial secara langsung.  



Sumber :

Aprilia Nia Ardiyanti
153100091/ B

Minggu, 06 Mei 2012

Televisi Digital


A.    Pengertian Televisi

            Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

B.     Televisi Analog

Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.

C.    Televisi Digital

1.      Pengertian Televisi Digital
   Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

2.      Pemicu perkembangan
Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
Perubahan lingkungan eksternal
§     Pasar televisi analog yang sudah jenuh
§     Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
Perkembangan teknologi
§     Teknologi pemrosesan sinyal digital
§     Teknologi transmisi digital
§     Teknologi semikonduktor
§     Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi

3.      Frekuensi TV digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap dari sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.

4.      Sistem pemancar TV digital
Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta MPEG-1 untuk DVB-T.
Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7MHz dan 8MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, dimana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar (SDTV), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi (HDTV) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data modulasi sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut kontrol konfigurasi transmisi dan multipleks (TMCC).
Frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel (TV kabel digital), dan piringan satelit. Alat serupa telepon selulerdigunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan internet berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet (IPTV).

5.      Transisi TV Analog ke TV Digital
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital.
Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat penerima televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut rangkaian konverter (Set Top Box). Sinyal siaran digital diubah oleh rangkaian konverter menjadi sinyal analog, dengan demikian pengguna pesawat penerima televisi analog tetap bisa menikmati siaran televisi digital. Dengan cara ini secara perlahan-lahan akan beralih ke teknologi siaran TV digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia dan lain sebagainya.
Apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Televisi set dengan hanya tuner analog tidak bisa decode transmisi digital. Ketika penyiaran analog melalui udara berhenti, pengguna set dengan analog-hanya tuner dapat menggunakan sumber pemrograman (misalnya kabel, perekam) atau dapat membeli set-top box konverter untuk mendengarkan sinyal digital. Di Amerika Serikat, kupon yang disponsori pemerintah yang tersedia untuk meringankan biaya sebuah kotak konverter eksternal. Switch off-analog (penuh daya stasiun) berlangsung pada tanggal 12 Juni 2009 di Amerika Serikat, 24 Juli 2011 di Jepang, 31 Agustus 2011 di Kanada, 13 Februari 2012 di Negara-negara Arab, dan dijadwalkan untuk 24 Oktober 2012 di Inggris dan Irlandia, pada tahun 2013 di Australia, pada tahun 2015 di Filipina dan Uruguay, pada 2017 di Kosta Rika dan pada 2018 di Indonesia.

6.      Perkembangan TV Digital Di Indonesia
      Hampir semua stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan penyuntingan, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakanpemancar. Sistem transmisi digital melalui pemancar ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Terestrial).
Untuk DVB-T :
·                Lembaga Penyiaran Publik TVRI
·                Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI): SCTV, ANTV, TransTV, Trans7, TV One, Metro TV
·                Terrestre Citra Network Televes (DVB-T): Saudi CH1, MBC 1, OSN First, Arabic Series Channel, Al Yawm, LBC Sat, JSC, MBC Action, MBC 4, OSN News, Fox Middle East, TV lokal
·                Nilesat (DVB-S, DMB-T)
·                Ultraflu Sat (LCN DVB-S2)
·                Ultracap Sat (LCN DVB-S2)
·                Arabsat (DVB-S, DMB-S)
·                Badr (DVB-S, DMB-T)
·                Mozaic TV+ (LCN DVB-T2)

Untuk DVB-H :
·                Telkom Tbk (Telkomsel dan TELKOMVision)
·                Qatar Telecom
·                STC
·                Zain KSA (didukung oleh TV grup MBC: MBC 1, MBC 4, MBC Action, MBC 2)
·                Mobily (didukung oleh TV grup Emtek: SCTV, Indosiar, O Channel)
·                Etisalat
·                du
·                Zain Kuwait
·                Mobile-8 Telecom Tbk (didukung oleh TV grup MNC: RCTI, Global, TPI)

D.    Perbedaan TV Analog dengan TV Digital

Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya.
1.         Penerimaan gambar lewat pemancar
Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Pada TV analog satu pemancar dengan pemancar lainnya harus dengan frekwensi berbeda. Jika dengan mode Digital, satu frekwensi bisa memancarkan banyak siaran TV.
2.      Sinyal
TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.

Keunggulan TV digital :
1.      High Definition. 5~6 kali lebih halus dibanding televisi analog
2.      Finest sound. Kemampuan mereproduksi suara seperti sumber aslinya
3.      Multifunction. Memberi kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran
4.      Multichannel (satu saluran dapat diisi lebih dari 5 program yang berbeda)

E.     Dampak TV Digital

1.       Dampak Positif
Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• Mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.

2.      Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.

F.     Manfaat penyiaran TV Digital

1.      TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
2.      Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
3.      Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
4.      TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.

G.    Prospek Masa Depan Penyiaran TV di Indonesia dengan Adanya Digitalisasi Sistem Siaran TV

            Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.
            Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
            Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
            Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
            Namun, dari lain pihak semakin berkembangnya digitalisasi akan lebih baik dan lebih efisien. Akan banyak manfaat manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dan perusahaan penyiaran itu sendiri. Manfaat adanya digitalisasi :
            Pemirsa juga dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif). Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi prime-time karena saat itu pemirsa dapat mencari program lain yang dibutuhkan.
            Penerimaan mobile, efisiensi kanal frekuensi, dan potensi jasa tambahan seperti TV Interaktif dan layanan data-casting. Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan multimedia lainnya serta integrasi dengan layanan interaktif seperti Video on Demand (VoD), Pay Per View (PPV), bahkan layanan komunikasi dua arah seperti teleconference

H.    Dampak Adanya Sistem Siaran Digital TV di Indonesia

            Saat ini populasi pesawat televisi tidak kurang dari 40 juta unit, dengan pemirsa lebih dari 200 juta orang, jauh lebih banyak dibandingkan dengan komputer, misalnya, yang hanya sekitar 5,9 juta unit. Terlihat bahwa penggemar televisi begitu banyak di Indonesia .
            Kemunculan televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah:
Dampak yang timbul dengan adanya system siaran digital tv di indonesia
akan banyak mempunyai pengaruh yang positif dibandingkan pengaruh negatifnya.karena dalam era globalisasi ini kemajuan technologi sangatlah penting pada negara berkembang seperti Indonesia.karena untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain yang sudah lebih dulu menggunakan tv digital.
            Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa berkisar 10.000 yen (sekitar 1 juta rupiah). Untuk membuka kesempatan bagi pendatang baru di dunia TV siaran digital ini, maka dapat ditempuh pola Kerja Sama Operasi antar penyelenggara TV eksisting dengan calon penyelenggara TV digital. Sehingga di kemudian hari penyelenggara TV digital dapat dibagi menjadi "network provider" dan "program / content provider".
            Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
            Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
            Televisi di Indonesia telah menjadi alat penting baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik televisi digital maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan kualitas tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa maupun pada pada anak – anak.
            Sistem penyiaran TV Digital penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi
http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_analog
http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital

Aprilia Nia Ardiyanti
153100091