Brand. Apa itu brand? Menurut saya brand itu kata lain dari merk atau bisa disebut identitas. Sehingga setiap benda mempunyai identitas atau jati diri atau nama untuk membedakan antara benda satu dengan benda yang lainnya, sehingga dari situ terlihat perbedaannya ada kelebihan dan ada kekurangannya.
Branding. Branding dalam dunia marketing cara untuk membuat seseorang familiar terhadap produk yang ditawarkan, sehingga terjadi sebuah kepercayaan. Namun, menurut saya branding lebih seperti menjudge hasil pemikiran seseorang terhadap sesuatu. Jadi pernah ketika melihat seseorang menggunakan jilbab, dia memakai baju lengan panjang dan kerudung yang warnanya pas, namun ia menggunakan stocking atau legging lalu diluarnya ia padukan dengan celana pendek. Dari situ terlihat bahwa dandanan orang itu menurut saya norak. Pencitraan terhadap orang itu adalah orang norak dalam berpakaian. Selain itu terbranding bahwa orang tersebut belum siap untuk menutupi auratnya, karena masih menonjolkan bentuk tubuhnya. Sehingga dari dandanan orang tersebut terlihat bagaimana kepribadiannya.
Seperti dalam hal fotografi. Setiap fotografer mempunyai selera sendiri dalam mengambil gambar. Pernah suatu waktu saya dan beberapa teman saya pergi ke sebuah pameran fotografi di LAF (Langgeng Art Foundation), di situ ada satu tema foto yang berbeda, hampir semua karyanya ngeblur, tanpa membaca keterangan yang ditulis oleh fotografernya, saya menangkap bahwa ia memakai konsep blur karena mungkin di setiap foto tersebut mempunyai pesan tersendiri. Seperti foto seorang perempuan menari. Dari situ saya beranggapan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dari penari tersebut, sehingga si fotografer memakai konsep blur. Maka branding tersebut muncul, dan ada lagi persepsi bahwa gambar blur itu belum tentu foto yang jelek, karena setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Mungkin ada orang yang lebih suka foto dengan konsep blur karena ia ingin membuat yang menonton karyanya berfikir.
Jadi, jika disimpulkan branding itu diciptakan oleh setiap individu. Branding lebih ke hasil pemikiran seseorang, sehingga setiap individu mempunyai pemikiran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang didapatnya.
Aprilia Nia Ardiyanti
153100091










