Tampilkan postingan dengan label fotografi dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi dasar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

remidi UTS

1. Gedung rektorat UPN V Yogyakarta
diafragma : f/8
speed      : 1/400
iso           : 200
kamera    : canon 500D
lensa        : kit
waktu      : 09.45 WIB
lokasi       : UPN V Yogyakarta

2. Model Katalog 

diafragma : f/8
speed      : 1/250
iso           : 200
kamera    : canon 500D
lensa       : fix
waktu      : 11.38 WIB
lokasi       : Serangan Umum 1 Maret

3. Sunset di Parangtritis

diafragma : f/8
speed      : 1/320
iso           : 80
kamera    : nikon coolpix S3000
waktu      : 17.30 WIB
lokasi       : Pantai Parangtritis

Jumat, 18 Mei 2012

Morning, coffee :)




Kopi adalah salah satu minuman yang wajib di pagi hari. Bagi sebagian orang, menikmati kopi sama dengan menikmati indahnya pagi.

iso : 200
f : 8
s : 250

Aprilia Nia Ardiyanti
153100091

Kamis, 26 April 2012

It's About Branding

     Brand. Apa itu brand? Menurut saya brand itu kata lain dari merk atau bisa disebut identitas. Sehingga setiap benda mempunyai identitas atau jati diri atau nama untuk membedakan antara benda satu dengan benda yang lainnya, sehingga dari situ terlihat perbedaannya ada kelebihan dan ada kekurangannya.
      Branding. Branding dalam dunia marketing cara untuk membuat seseorang familiar terhadap produk yang ditawarkan, sehingga terjadi sebuah kepercayaan. Namun, menurut saya branding lebih seperti menjudge hasil pemikiran seseorang terhadap sesuatu. Jadi pernah ketika melihat seseorang menggunakan jilbab, dia memakai baju lengan panjang dan kerudung yang warnanya pas, namun ia menggunakan stocking atau legging lalu diluarnya ia padukan dengan celana pendek. Dari situ terlihat bahwa dandanan orang itu menurut saya norak. Pencitraan terhadap orang itu adalah orang norak dalam berpakaian. Selain itu terbranding bahwa orang tersebut belum siap untuk menutupi auratnya, karena masih menonjolkan bentuk tubuhnya. Sehingga dari dandanan orang tersebut terlihat bagaimana kepribadiannya. 
      Seperti dalam hal fotografi. Setiap fotografer mempunyai selera sendiri dalam mengambil gambar. Pernah suatu waktu saya dan beberapa teman saya pergi ke sebuah pameran fotografi di LAF (Langgeng Art Foundation), di situ ada satu tema foto yang berbeda, hampir semua karyanya ngeblur, tanpa membaca keterangan yang ditulis oleh fotografernya, saya menangkap bahwa ia memakai konsep blur karena mungkin di setiap foto tersebut mempunyai pesan tersendiri. Seperti foto seorang perempuan menari. Dari situ saya beranggapan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dari penari tersebut, sehingga si fotografer memakai konsep blur. Maka branding tersebut muncul, dan ada lagi persepsi bahwa gambar blur itu belum tentu foto yang jelek, karena setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Mungkin ada orang yang lebih suka foto dengan konsep blur karena ia ingin membuat yang menonton karyanya berfikir.  
       Jadi, jika disimpulkan branding itu diciptakan oleh setiap individu. Branding lebih ke hasil pemikiran seseorang, sehingga setiap individu mempunyai pemikiran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang didapatnya. 


Aprilia Nia Ardiyanti
153100091

Jumat, 20 April 2012

Fashion Photography

Fashion Photography
   Fotografi Fashion adalah genre fotografi yang ditujukan untuk menampilkan pakaian dan barang-barang fashion lainnya. Fotografi fashion yang paling sering dilakukan untuk iklan atau majalah fashion. Seiring waktu, fotografi fashion telah mengembangkan estetika sendiri di mana pakaian dan mode diperkuat dengan adanya lokasi eksotis atau aksesoris.
   Fotografi fashion tidak lagi berbentuk foto produk tapi berkembang menjadi aliran yang mengutamakan artistik tinggi yang mewakili rancangan itu sendiri dengan tingkat persaingan dalam menjual ide, konsep dan tidak hanya dari sisi rancangan mode, tapi juga teknik fotografi, make up dan rambut, tata gaya, tata ruang dan lain sebagainya yang menghasilkan sebuah karya seni.  
   Jika kita mengikuti perkembangan dari tiap era, maka apa yang dihasilkan oleh seniman foto  atas sebuah rancangan mode tersebut selalu mewakili era tersebut, misalnya era prychedelic (70-an) atau lebih dikenal dengan generasi bunga, dimana semua gerakan ditujukan atas penentangan atas perang, maka mode dan konsep fotonya pun banyak yang tidak jauh dari gambaran mimpi, keindahan surga yang dicapai dari segala bentuk obat-obatan yang menjadi primadona pada era itu. Masa-masa kejayaan dunia mode terjadi pada era 40, 60 dan 70-an, dimana era 80-an merupakan masa kegelapan dunia mode. Era 80-an ada tahun dimana semua orang berlomba untuk menjadi orang aneh, fashionnya sangat artificial, kata anak sekarang disebut era cupu.
   Di era sekarang, fotografi fashion biasanya digunakan untuk keperluan promosi yang berkaitan dengan dunia fashion, biasanya model memakai kostum dan make up sesuai dengan tema yang diambil.  Selain majalah, media promosi fotografi fashion ini dapat melalui media sosial, seperti Facebook, Blog, maupun Tumblr. 
Contohnya : 
1. Diana Rikasari. Ia adalah fashion blogger Indonesia yang memposting foto-foto tentang fashion. 

2. Evita Nuh. Ia adalah fashion blogger cilik yang menyukai fotografi fashion dan sering memposting foto-foto dirinya tentang fashion. 

3. Dian Pelangi. Ia adalah fashion designer muslim yang sering mengupload hasil-hasil rancangannya dengan padu padan yang bagus. 

4. Jerome C. Ia adalah personal style blogger dari Italy. 



Tips untuk bisa membuat fashion photography yang simpel :
1. Tentukan tema
2. Tentukan model
3. Tentukan tempat dan waktu
4. Tentukan properti dan kostum