heii Tuan, tolong enyahlah dari pikiran hamba.
hamba ingin memimpikan dan hidup bahagia bersama lelaki selain Anda.
memang banyak kenangan indah maupun pahit bersama Anda,
tapi tolong, memori otak hamba masih ingin diisi dengan kenangan orang-orang yang hamba cintai
Tampilkan postingan dengan label dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dream. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Januari 2015
Jumat, 31 Oktober 2014
Hutang dan Harapan
Masih banyak hutang di bulan Oktober yang harus dibayar dan beberapa harapan belum bisa terwujud. Semoga semua hutang itu dapat terbayar dan harapan-harapan yang selalu diucap dalam setiap doa bisa terwujud di dua bulan terakhir di tahun 2014.
Jumat, 01 Maret 2013
Minggu, 16 Desember 2012
Rock dan Laki-laki Dua Tahun yang Lalu
Malam itu terdengar alunan musik rock, yang tentunya sudah familiar dan kembali lagi berdengung di telinga. Tiba-tiba di kejauhan terlihat sesosok laki-laki, kurus, tinggi dan rambut acak-acakan itu. Dari jauh terlihat dia sedang asik menikmati lagu yang sedang dinyanyikan oleh seorang vokalis di atas panggung. Gerakkan badannya pun berusaha mengikuti alunan musik.
Tak terasa, kaki ini pun melangkah menghampirinya. Jari-jari tangan ini masuk ke dalam ruas-ruas jari tangannya, bibir pun mulai merebakkan senyumnya, mata pun saling pandang, kami pun saling melepas rindu dan menikmati musik malam itu, seperti dulu, tepatnya dua tahun lalu.
Tak lama kemudian mata ini ini terbuka, suara musik rock, laki-laki itu, langkah kaki itu, jari-jari itu, senyuman dan pandangan itu tiba-tiba hilang dan digantikan oleh suara burung-burung gereja yang berkicauan di luar sana. Ehmm...ternyata semua ini hanya mimpi, tapi mimpi itu seperti nyata sama seperti dua tahun yang lalu.
Jumat, 20 Juli 2012
Kamis, 24 Mei 2012
Totaliter dan Cinta
Siang itu, aku hanya bisa terdiam di sebuah aula dan aku terduduk di sebuah tempat tidur besi yang sudah mulai karatan. Di dalam ruangan itu tidak hanya ada aku, namun banyak para perempuan yang tidak tahu masa depan mereka akan seperti apa. Seorang laki-laki berkumis tebal tersebut mondar mandir di ruangan besar itu sambil memperhatikan para perempuan satu persatu dan dengan tegas ia memberikan perintah kepada semuanya. Ia adalah pemimpin yang totaliter. Ia tidak bisa dibantah, semua rakyatnya tunduk kepadanya dan semua keputusan ada pada dirinya. Namun, satu yang aneh, mengapa laki-laki dan perempuan harus dipisahkan?
Beberapa jam setelah ia pergi meninggalkan ruangan itu, pesta dimulai, para lelaki yang awalnya tidak berani memasuki ruang besar itu, tiba-tiba mereka saling membaur dan ikut berpesta. Semua berdansa dan bernyanyi bersama. Tiba-tiba sebuah tangan meraih tanganku dan mengajakku untuk berlari dan terus berlari menjauh. Senyum itu akhirnya muncul juga dan senyum itu berubah menjadi tawa. Tangan itu adalah tangan lelaki yang sudah dinanti dari dulu. Tangan yang bisa membawa kepada kebahagiaan.
Langganan:
Postingan (Atom)




