Tak terasa, kaki ini pun melangkah menghampirinya. Jari-jari tangan ini masuk ke dalam ruas-ruas jari tangannya, bibir pun mulai merebakkan senyumnya, mata pun saling pandang, kami pun saling melepas rindu dan menikmati musik malam itu, seperti dulu, tepatnya dua tahun lalu.
Tak lama kemudian mata ini ini terbuka, suara musik rock, laki-laki itu, langkah kaki itu, jari-jari itu, senyuman dan pandangan itu tiba-tiba hilang dan digantikan oleh suara burung-burung gereja yang berkicauan di luar sana. Ehmm...ternyata semua ini hanya mimpi, tapi mimpi itu seperti nyata sama seperti dua tahun yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar