Minggu, 01 April 2012

Langkah Diplomatis Atasi Permasalahan RI-Malaysia

JAKARTA (KR) – Presiden SBY memberikan penjelasan tentang permasalahan di seputar perairan Pulau Bintan dan memberikan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk menuntaskan persoalan RI-Malaysia. Presiden menambahkan bahwa dalam mengusut masalah tersebut harus mengutamakan langkah-langkah diplomatis.

Hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Saya akan memberikan penjelasan tentang inti persoalan yang sesungguhnya, dan pemerintah akan mengusut masalah tersebut dengan mengutamakan langkah-langkah diplomatis,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Markas TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/9).

Sejak menerima laporan mengenai insiden tersebut, Presiden SBY langsung memberikan instruksi. Diantaranya meminta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat dan mengusut tuntas terhadap insiden yang sedang terjadi dengan cepat, tegas, dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional. 

Upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan cara menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia. "Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa,” ujar SBY di akhir pidatonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar